Kamis, 24 Mei 2012

BELAJAR HERBARIUM


Bagi anak anak dan adik-adik yang sekolah di SMA/MA jurusan IPA atau mahasiswa/i jurusan Biologi, atau kawan2 di Pecinta Alam,  istilah Herbarium mungkin tidak asing lagi, namun bagi sebagian masyarakat mungkin masih terasa asing dan kurang familiar
Belajar Herbarium yukkkk
 

HERBARIUM

      Herbarium berasal dari kata “hortus dan botanicus”, artinya kebun botani yang dikeringkan. 
    Adalah koleksi spesimen yang telah dikeringkan, biasanya disusun berdasarkan sistim klasifikasi.

FUNGSI HERBARIUM

1.  Sebagai lembaga dokumentasi merupakan koleksi yang mempunyai nilai sejarah, seperti tipe dari taksa baru, contoh penemuan baru, tumbuhan yang mempunyai nilai ekonomi dan lainlain.
2.  Sebagai lembaga dokumentasi merupakan koleksi yang mempunyai nilai sejarah, seperti tipe dari taksa baru, contoh penemuan baru, tumbuhan yang mempunyai nilai ekonomi dan lainlain.
3.  Sebagai pusat penyimpanan data    ahli kimia memanfaatkannya untuk mempelajari alkaloid, ahli farmasi menggunakan untuk mencari bahan ramuan untuk obat kanker, dan sebagainya
4.  Persiapan koleksi yang baik di lapangan merupakan aspek penting dalam praktek pembuatan herbarium
5.  Spesimen herbarium yang baik harus memberikan informasi terbaik mengenai tumbuhan tersebut kepada para peneliti
6.  suatu koleksi tumbuhan harus mempunyai seluruh bagian tumbuhan dan harus ada keterangan yang memberikan seluruh informasi yang tidak nampak pada spesimen herbarium.

APAKAH YANG DIKOLEKSI ??

  1. Tumbuhan kecil harus dikoleksi seluruh organnya
  2. Tumbuhan besar atau pohon, dikoleksi sebagian cabangnya dengan panjang 30-40 cm yang mempunyai organ lengkap: daun (minimal punya 3 daun untuk melihat phylotaksis), bunga dan buah, diambil dari satu tumbuhan. Untuk pohon yang sangat tinggi, pengambilan organ generatifnya bisa dilakukan dengan galah, ketapel atau menggunakan hewan, misalnya beruk
  3.   Untuk pohon atau perdu kadang-kadang penting untuk mengkoleksi kuncup (daun baru) karena kadang-kadang stipulanya mudah gugur dan brakhtea sering ditemukan hanya pada bagian-bagian yang muda
  4. Tumbuhan herba dikoleksi seluruh organnya kecuali untuk herba besar seperti Araceae
  5.  Koleksi tumbuhan hidup, dianjurkan untuk ditanam di kebun botani dan rumah kaca, Contoh:
   - Epifit, anggrek akarnya dibungkus dengan 
     lumut, akar-akar paku, serat kelapa
   - Biji-biji tumbuhan air disimpan dalam air
   - Biji-biji kapsul kering jangan diambil dari
     kapsulnya

CATATAN LAPANGAN

Catatan lapangan segera dibuat setelah mengkoleksi tumbuhan, dimana berisi keterangan-keterangan tentang ciri-ciri tumbuhan tersebut yang tidak terlihat setelah spesimen kering. Beberapa keterangan yang harus dicantumkan antara lain: lokasi, habitat, habit, warna (bunga, buah), bau, eksudat, pollinator (kalau ada), pemanfaatan secara lokal, nama daerah dan sebagainya.


PROSES PEMBUATAN HERBARIUM

*    Ada 2 cara yaitu cara kering dan basah
*    Penyiapan alat yang akan digunakan
*    Penyiapan specimen yg akan dibuat herbarium ( bunga, buah, ranting,daun)
*    Catatan tentang diskripsi tumbuhan yg dikoleksi

PENGERINGAN
        Setelah dilabel (etiket gantung) koleksi dimasukkan ke dalam lipatan kertas koran dimasukkan ke kantong plastik disiram dengan alkohol 70 % hingga basah dikeringkan.
        Pengeringan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: panas matahari, menggunakan kayu bakar, arang dan dengan listrik.
                                      
PROSES PENGERINGAN
        5-10 spesimen diapit dengan penekan atau sasak ukuran 45 x 35 cm. Untuk specimen yang banyak, bisa digunakan karton atau aluminium berombak /beralur untuk mengapit specimen sehingga tidak perlu mengganti-ganti kertas Koran, diletakkan vertikal
        Buah-buah besar dipisah, dimasukkan ke dalam kantong, beri label dan keringkan terpisah

PROSES PENGEPRESAN
PENYUSUNAN ALAT-ALAT PENGEPRESAN


KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
   Cara Kering :
Keuntungannya tidak terlalu berat dan murah, karena tidak menggunakan alkohol sedangkan kerugiannya adalah  harus dilakukan dengan cepat pada hari yang bersamaan dengan pengumpulannya dan koleksi tidak dapat banyak
   Cara Basah : keuntungannya adalah pengeringannya dapat diatur dan koleksi dapat dilakukan sebanyak-banyaknya tanpa mengenal musim, sedangkan kerugiannya adalah terlalu banyak bawaan, agak sedikit mahal karena menggunakan alkohol



ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN DALAM PEMBUATAN HERBARIUM

*Alat mengambil material, parang, pisau, gunting stek, ketapel, sarung tangan anti duri, galah berpisau.
*Alat pembungkus herbarium, kertas koran, kantong plastik besar, kantong plastik berbagai ukuran yang lebih kecil, hekter, alat pengepres, tali pengikat, vaskulum, alkohol (spiritus), kantong kertas (untuk cyptogamae, buah dan biji)
*Alat tulis, pulpen, blanko isian untuk tiap materia, label/etiket gantung, buku catatan
*Peta Lokasi
*Kamera

CARA PENYIMPANAN HERBARIUM
   Penyusunan Specimen, specimen yg telah berlabel identifikasi, dikelompokkan berdasarkan jenis dan disusun berurutan mulai nomor koleksi terkecil sampai terbesar.
   Penyimpanan kotak koleksi, setelah bungkusan berisi koleksi disusun menurut abjad nama jenis, masukkan ke dalam kotak penyimpanan.
   Penyimpanan cara basah, specimen yg terlalu tebal atau besar disimpan dalam tabung kaca berisi alkohol 90%

PENGAWETAN KOLEKSI HERBARIUM,

Masukkan 2 butir kapur barus ke dalam tiap kotak koleksi tiap 2 bulan sekali. Atau bisa pula memasukkan kotak-kotak ke dalam ruang pendingin - 30ÂșC selama 72 jam setiap 6 bulan sekali. Cek apakah kertas perlu diganti dengan yang baru

  • Pengumpulan bahan  diharuskan lengkap untuk mempermudah identifikasi ada ranting, daun, kuncup, bunga dan buah
  •  Menghindari pengambilan material yg akan mempersulit  identifikasi
  •  Perlu specimen duplikat (buat 2 atau lebih)
  •  Pilih ranting yang berbunga dan berbuah

BAHAN                   
  1. Pengumpulan bahan  diharuskan lengkap untuk mempermudah identifikasi ada ranting, daun, kuncup, bunga dan buah
  2. Menghindari pengambilan material yg akan mempersulit  identifikasi
  3. Perlu specimen duplikat (buat 2 atau lebih)
  4. Pilih ranting yang berbunga dan berbuah
  5. Pada waktu pengambilan specimen, catat data tum buhan. Buat catatan pada label gantung
  6. Specimen bambu yang diambil ruas yg berbunga, ruas batang dan pelepah
  7. umbuhan terna dan rumput yang diambil batang, akar


     Seluruh koleksi spesimen mati yang telah dikumpulkan disimpan didalam ruang koleksi yang secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok, yaitu koleksi basah (dengan pengawetan alkohol) dan koleksi kering.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar